12 June 2014

Pengalaman itu bernama PKM2014

Posted by Fadly Indrawijaya , 10 Komentar

‫بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
PKM214
PKM2014 | komunitasmakassar.org
Bulan Mei telah berlalu dan kini Juni hadir menyapa. Masih ada begitu banyak kisah dibulan itu yang belum sempat saya ceritakan melalui blog ini. Salah satu kegiatan yang berkesan yang kulalui adalah Pesta Komunitas Makassar 2014 yang selanjutnya saya singkat PKM2014. Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 24 dan 25 Mei di Monumen Mandala dimeriahkan oleh 75 komunitas lokal di Makassar bahkan menurut panitia, ada lebih banyak lagi komunitas yang ingin mendaftar tapi sayangnya booth yang disediakan oleh panitia hanya 75.

Acara hari pertama menurut jadwal dimulai jam 10 pagi sekalian diresmikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan dan Wakil Walikota Makassar tapi pada jam itu saya masih bersantai di rumah apalagi cuaca agak dingin setelah hujan, saya lebih memilih berangkat sekitar jam 1 (setelah makan siang dan shalat duhur) apalagi kelas traveling baru dimulai pada jam itu.
Tidak mudah sebenarnya memilih kelas traveling ini soalnya diwaktu yang sama ada kelas onliner juga yang membahas tentang blog. Saya akhirnya memilih kelas traveling soalnya pengetahuanku masih sangat-sangat minim tentang hal itu padahal saya niat keliling dunia jadi harus perbanyak wawasan tentang ini :)

Bermimpilah sampai kau sadar bahwa kau tak lagi bermimpi

Dari meteri traveling itu saya dapat banyak ilmu baru tentang komunitas-komunitas traveling mulai dari pendakian gunung sampai jalan-jalan keluar negeri. Disitu saya juga dapat informasi bahwa ada komunitas yang khusus menampung traveller yang tidak punya tempat nginap dan jaringannya tidak hanya di Indonesia tapi sudah sampai mancanegara (keren gak?). Saya kadang kepikiran, kalau suatu saat jalan-jalan ke Jawa atau ketempat lain di Indonesia ini dengan modal yang pas-pasan, mungkin saya numpang nginap aja di rumah teman-teman blogger (mana nih suaranya yang siap jadi tuan rumah?) . Balik lagi kepembahasan tadi, tak hanya menyediakan tempat nginap, komunitas tersebut bahkan siap meminjamkan biaya perjalanan jika kita tidak memiliki dana yang cukup (tanpa bunga loh tapi ingat dibayar yah biar bisa dimanfaatkan lagi oleh orang lain).

Kadal pakai Batik
Saya dan Kadal lagi pakai Batik
Sebelum adzan asar kelas telah selesai dan saya manfaatkannya dengan berkeliling-keling. Karena saat itu sedang ada kumpulan fotografer yang sedang memotret model maka saya ikut kesana tapi modelnya bukan yang seperti di tivi-tivi itu yah, kali ini modelnya adalah seekor iguana, ia menjadi model soalnya ukurannya yang sangat besar. Iguana itu miliki salah satu anggota Komunitas Reptil Makassar, anggota komunitas ini memang suka reptile-reptil. Saya pun tidak melupakan berfoto ria dengan reptil-reptil imut ini. Sebenarnya saya mau foto dengan iguana besar tadi tapi terlalu sibuk jadi model makanya saya memilih kadal yang memiliki corak yang sama dengan baju yang saya kenakan. Ngomong-ngomong saya baru tahu loh bedanya biawak, kadal dan iguana saat menulis posting ini, kemarin-kemarin kirain semuanya sama-sama kadal :D
Saya dan Kadal lagi pakai Batik :D

Sugar Glider
Sugar Glider
Dari kumpulan reptil, saya berpindah ke hewan berkantung kecil, lucu dan imut-imut ini. Berkantung? Kangguru yah? bukanlah soalnya kangguru gak kecil tapi besar :D Namanya Sugar Glider. Hewan yang satu ini mirip tupai tapi beberapa juga yang mengatakan mirip tikus dan hamster. Seperti kangguru, hewan imut ini akan menyimpan anaknya dalam kantung mungkin karena alasan ini sehingga sugar glider hanya melahirkan maksimal 2 anak tiap kali melahirkan biar semua muat dikantungnya. Salah satu keistimewaan hewan ini adalah mampu mengenali pemiliknya sehingga kadang ia akan berlari atau bahkan melayang ke pemiliknya. Ya, melayang/meluncur di udara bukan terbang loh. Ngomong-ngomong nama Sugar glider itu diberikan karena hewan ini suka yang manis-manis (sugar) dan bisa meluncur di udara (glider). Meskipun suka manis-manis, jangan memberinya coklat yah soalnya coklat bisa menjadi racun buat hewan imut ini.

Bersama ular
Pria berkalung ular (mirip judul film yah)
Setelah puas melihat hewan yang imut-imut tadi, saya tertarik dengan gerombolan orang yang berjalan dan menggunakan kalung yang unik tapi kalungnya bisa bergerak loh. Kalung yang kumaksud tidak lain adalah ular. Saya sebenarnya agak takut dengan hewan yang satu ini, bukan takut sih sebenarnya tapi geli soalnya mengira kalau ular itu kulitnya licin dan lembut kayak belut gitu tapi ternyata setelah mencoba memberanikan menyentuhnya ternyata malah kering, mirip kulit dompet *sambil lirik ularnya*. Alhasil saya pun memberanikan diri untuk berpose depan kamera setelah sebelumnya ular itu dililitkan di leherku. Ngomong-ngomong ularnya ternyata lebih besar dibanding lenganku (yang kurus). Gimana ularnya gak gede, makannya daging ayam tiap hari.

Tadi saya mengatakan kalau acara akan resmi dibuka jam 10 pagi kan, ternyata karena beberapa hal akhirnya baru dibuka tepat setelah saya berpose dengan ular-ular tadi, jadi saya tidak ketinggalan celebrasi pembukaannya yang begitu seru. Secara bergantian Drs. H.M. Syuaib Mallombasi, M.M. yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dr. Syamsu Rizal MI, S.Sos. M.Si selaku Wakil Walikota Makassar menyampaikan kata sambutannya atas acara tersebut sebelum bersama-sama memukul beduk sebagai simbol dibukanya Pesta Komunitas Makassar 2014. Foto lainnya bisa di akses disini: Album PKM2014

Jam 5 lewat, saya meninggalkan lokasi tersebut meskipun masih ada sesi sampai malam tapi berhubung ada keluarga dari kampung yang datang ke Makassar jadi saya harus lebih dulu tiba dirumah dibanding mereka. Sebelum meninggalkan lokasi, saya masih mau berpose dengan iguana besar tadi (mumpung lagi gak jadi model) tapi sayangnya handphoneku sudah lowbet tapi setidaknya saya pulang dengan membawa sebuah senyum untuk semua pengalaman baru hari ini. Semoga ini bisa menjadi pelajaran juga buat pembaca untuk tidak pernah takut mencoba hal yang baru (seperti pengalamanku sama ular). Terima kasih sudah mampir dan membaca "Pengalaman itu bernama PKM2014", semoga tulisan ini bermanfaat :)

foto fadly
Penulis: Fadly Indrawijaya
Manusia sederhana dengan impian luar biasa. Penikmat hujan, segelas teh hangat dan buku. Sangat tertarik pada astronomi, teknologi, fotografi, jurnalis, dan alam. Selengkapnya >>

10 comments:


bingungBingung? Jangan ragu untuk Bertanya | Komentar

Kami menghargai setiap tanggapan pembaca.
Kami akan berusaha merespon tanggapan tersebut secepatnya, اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

Catatan
1. Jangan SPAM yah....
2. Tidak menggunakan link hidup
3. Silahkan berkomentar dengan sopan


  1. Menarik pengalamannya ya sob.. Kalau saya masih takut sama ular

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ularnya udah jinak kayak itu, gak apa2 kok mas :)

      Delete
  2. Lucu ya Sugar Glider itu.. Imut :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. imutnya kayak mbak yah :)
      Makasih kunjungannya..

      Delete
  3. aku gak berani memegang hewan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok malah takut mbak? gak apa2 kok, cuma faktor membiasakan diri. Tapi harus bisa kenali dulu mana yahg jinak mana yang buas yah mbak :)

      Delete
  4. keren ya bisa berani sama ular. saya mah boro2 berani, ngeliat aja udah kabur :D hehe

    btw, makasih yah mas udah berkunjung ke blog saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang yang dipikir tak seseram ketika mengalaminya loh jadi coba hadapi rasa takut. Makasih juga sudah berkunjung balik ^_^

      Delete
  5. Itu fotonya diedit ya yg buaya sama ular. Kok modelnya sama gayanya... Peace gitu. Hehehe aalam kenal sob

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak kok mas, memang kalau saya foto suka gaya piss gitu apalagi hewan-hewannya jinak jadi bisa tenang fotonya. Ngomong2 Itu bukan buaya, itu Kadal :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

BiluPing © 2009 - 2016.

Home | | Contact | FAQ | BiluPing Google+