22 September 2012

Mengenal Open Source

Posted by Fadly Indrawijaya , 26 Komentar

‫بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
open source
Senja menyapaku... mentari nampaknya sudah berkemas menyinari sisi bumi lainnya, sisi bumi yang saat ini sedang kegelapan dan tertidur. Suara radio terdengar begitu merdu menemaniku merangkai kata demi kata yang muncul secara perlahan dilayar seiring jari-jariku yang menari diatas keybord. Hari ini rasanya aku ingin membagikan pengalamanku tentang menggunakan Linux tapi rencana itu tertunda, aku ingin menjelaskan terlebih dahulu tentang open source(dan juga close source), Linux itu termasuk open source loh.


Apa itu Open Source?

Gimana yah menjelaskannya, aku sih sebenarnya mengerti tapi sulit menjelaskannya :D Open source atau dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai sumber terbuka adalah sekumpulan script, kode atau program dimana pembuat program menyediakan kode sumbernya. Bingung kan dengan penjelasannya? aku juga bingung menjelaskannya :D biar lebih mengerti, aku akan memberikan sebuah ilustrasi singkat.

Ada dua toko roti terkenal. Rasa kedua roti tersebut hampir sama demikian juga dengan harganya, yang membedakan antara keduanya adalah resep yang diberikan kepada para pembeli. Toko roti pertama hanya menjual roti saja sehingga pelanggan hanya bisa menikmati roti tersebut tanpa pernah mengetahui bagaimana cara membuatnya, apa saja bahan-bahan yang diperlukan. Toko roti pertama membuat pelanggannya bergantung kepadanya, dalam artian bahwa "Jika ingin merasakan roti ini, silahkan beli disini" sedangkan toko roti kedua berbeda, ia memberikan resep rotinya pada setiap pembeli yang datang sehingga pembeli tidak hanya menikmati roti tersebut tapi mereka juga bisa mencoba membuat roti sendiri menurut selera dan kreatifitas mereka.

Sekarang mari kita ambil kesimpulan dari kisah diatas. Open source ibarat toko roti kedua, sedangkan close source ibarat toko roti pertama. Open source adalah program yang memberikan kode terbuka untuk para penggunanya sehingga pengguna tersebut tahu apa saja yang terkandung pada program yang digunakannya Pengguna dapat mempelajarinya dan bebas untuk memodifikasi program tersebut, berbeda dengan close source yang menutup programnnya sehingga memodifikasinya merupakan salah satu pelanggaran hak cipta menurut mereka.

Manfaat menggunakan Open Source?

Pertanyaan ini tentunya menjadi tanda tanya besar untuk pembaca, termasuk juga kepadaku (ketika pertama kali mengenal open source). Sebenarnya apa sih manfaatnya open source? Kan sama aja dengan close source, sama-sama digunakakan juga. Baiklah aku akan menjawab pertanyaan tersebut dengan kembali pada ilustrasi pedagang roti tadi.

Open Source membantu kita untuk belajar
Seorang yang pada awalnya tidak suka memasak tapi ketika menjumpai ada banyak resep dirumahnya, suatu saat ia akan mulai mencoba karena ia memiliki salah satu petunjuk utama yaitu "Resep". Berbeda dengan mereka yang tidak mempunyai resep, meskipun ia ingin mencoba, ia harus memulai dari awal, mencoba mencari resep atau menebak-nebak bahan-bahan apa yang membentuk suatu makanan, dan sayangnya pada proses ini banyak yang menyerah.

Hasil lebih baik
linux
Kadang kita menjumpai keadaaan ketika mengatakan "Sepertinya bagus kalau menambahkan ini" atau "warnaya seharusnya seperti ini" hal ini sering dijumpai juga pada suatu program yang tidak sesuai dengan keinginan kita, misalnya saja warnanya yang terlalu gelap, kita ingin yang sedikit lebih terang, kita ingin yang berbahasa Indonesia, dan berbagai keluhan lain, namun karena bukan kita yang membuat program tersebut, kita hanya bisa berharap dan menunggu versi sesuai keinginan tersebut muncul. Berbeda dengan open source, karena ia merupakan sumber terbuka, kita bisa mencoba mempelajari kodenya, mengeditnya sesuai keinginan sehingga hasilnya lebih baik. Contoh sederhana tentang hal ini adalah blog, ketika kita tidak diberikan hak untuk memodiifkasi tampilannya, aku yakin seluruh blog akan memiliki tampilan yang sama dan ini akan sangat membosankan.

Kualitas yang tinggi
Mengapa aku mengatakan demikian? Kembali lagi aku merujuk pada alasan pertama, karena open source itu sumber terbuka maka ketika terjadi kesalahan, komunitas open source tersebut akan segera mencari kode yang lebih baik. Inilah alasan utama mengapa open source periode updatenya lebih cepat dibanding close source.

Harga relatif terjangkau (bahkan gratis)
Masalah harga, tentunya ini menjadi salah satu kendala teruta bagi golongan menengah kebawah. Inilah salah satu perbedaan besar antara close source dan open source. Close source tentunya memiliki target harga yang tinggi dan memiliki lisensi yang melindungi produknya dari pelanggaran hak cipta berbeda dengan open source yang lagi-lagi memiliki sumber terbuka yang mudah di dapatkan dan memiliki lisensi GNU (Apa itu GNU? aku akan menjelaskannya pada kesempatan lain), hal ini yang membuat open source itu relatif terjangkau bahkan "Gratis". Aku bahkan tidak mengeluarkan uang sedikit pun ketika menginstal Linux OS kecuali ongkos internet untuk download filenya :)

Setelah penjelasan-penjelasan tadi, apakah masih ada alasan untuk menolak open source?

Aku hanya mencoba menulis dari sudut pandangku, aku ingin melihat bangsa ini lebih berkembang, tidak hanya menjadi seorang "Pemakai" bahkan "Pembajak" tapi bagaimana ia menjadi seorang "Pemakai sekaligus Pengembang"

Sebagai catatan untuk pembaca, Tulisanku ini tidak bermaksud merendahkan close source, aku menghargainya dan bahkan beberapa program yang termasuk kategori tersebut masih kugunakan. Aku hanya mencoba menulis dari sudut pandangku, aku ingin melihat bangsa ini lebih berkembang, tidak hanya menjadi seorang "Pemakai" bahkan "Pembajak" tapi bagaimana ia menjadi seorang "Pemakai sekaligus Pengembang". Sebelum mengakhiri tulisan ini, aku ingin memberitahu sesuatu rahasia umum, Google Chrome, Firefox atau Opera yang saat ini kalian gunakan, itu open source loh :)

Sumber gambar:
Open Source: opensource.org
Linux: model4me.co.za


foto fadly
Penulis: Fadly Indrawijaya
Manusia sederhana dengan impian luar biasa. Penikmat hujan, segelas teh hangat dan buku. Sangat tertarik pada astronomi, teknologi, fotografi, jurnalis, dan alam. Selengkapnya >>

26 comments:


bingungBingung? Jangan ragu untuk Bertanya | Komentar

Kami menghargai setiap tanggapan pembaca.
Kami akan berusaha merespon tanggapan tersebut secepatnya, اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

Catatan
1. Jangan SPAM yah....
2. Tidak menggunakan link hidup
3. Silahkan berkomentar dengan sopan


  1. @Be El Ka
    Makasih untuk pujiannya, cuma berusaha semaksimal mungkin :)

    ReplyDelete
  2. Ingin banget belajar hal2 yang berkaitan dengan open source, linux dll.
    tapi rasanya kalo gak berguru langsung, gak bisa2 deh diriku... :(

    ReplyDelete
  3. wow ada open source nih...
    salam kenal admin ...

    komentarin artikel ini ya...

    http://www.timkomte.com/2012/09/traffic-pengunjung-rumahku-turun.html

    ReplyDelete
  4. @kakaakin
    Jangan menunggu sampai ada guru sobat, jadikan dirimu sebagai penggali informasi

    @Ahmad Saadillah
    Makasih untuk kunjungannya... tunggu kedatangank :D

    ReplyDelete
  5. saya juga pertama kali kenal dunia open source ketika berjabat tangan dengan dunia blogging, open source biasa saya unakan untuk melihat meta tag template sahabat blogger lainnya. saya mau bertnya, tapi agak keluar dari topik di atas. Begini Ca, tadi malam saat asik ngeblog saya tiba tiba heran lihat Reader Feedburner saya tiba tiba jadi Nol Readernya, padahal kemarin sudah ada 150 orang lebih yang telah subscribe lewat feedburner.? Magairo sappo ? heranka sedding mitai, waca...stressku... kasi dulu solusi.

    ReplyDelete
  6. @HAYARDIN
    Masalahnya sama denganku semalam, readernya tiba-tiba hilang dan menjadi ), kemungkin sekarang google lagi ada pembenahan jadi seperti itu, ditunggui aja dulu yah... nih blogger juga baru dibenahi ^._.^

    ReplyDelete
  7. jadi mas pake linux ya. saya belum pernah pake linux, tapi suka sama logonya, pinguinya lucu hehe

    ReplyDelete
  8. bangsa ini biasanya lebih senang ikut-ikutan, nanti kalau open source sudah banyak yang make pasti rame rame pada ikutan. kalo sekarang masih banyak yang gengsi pakai gratisan, padahal doyan

    ReplyDelete
  9. Dan saya termasuk org yg belum prnh nyobain linux...#parah

    ReplyDelete
  10. @Rakyan Widhowati Tanjung
    Ia nih pakai "Si Pinguin" :)
    Perubahan besar itu berawal dari diri kita :)

    @Muhammad A Vip
    Itu yang harus diubah... mengapa harus menjadi golongan mayoritas yang hanya ikut-ikutan jika kita memiliki hak untuk menentukan yang terbaik?
    Alhamdulillah komunitas open source juga semakin berkembang...

    @Ririe Khayan
    Setahun yang lalu, aku juga belum pernah mencoba Linux tapi dengan modal nekat, akhirnya sekarang bisa mencobanya :)

    ReplyDelete
  11. saya hanya manggut-manggut saja. hebat benar pengetahuan Mas fadly ini.

    ReplyDelete
  12. @zachflazz
    Makasih untuk kunjungannya dan pujiannya... Aku biasa saja kok :D

    ReplyDelete
  13. ane pengguna ubuntu gan...
    ga punya modal buat bayarin windus..

    ReplyDelete
  14. mantaab, opensource memang platform yg paling tepat digunakan untuk belajar, karena kita bisa mengetahui semua yang sedang kita pelajari, bukan hanya menggunakannya saja

    keep on writing bro :)

    ReplyDelete
  15. terimakasih sudah memberikan pemahaman tentang open source..dan menggunakan idiom roti itu sangat menarik :)

    ReplyDelete
  16. aku suka dgn open source krn punya semangat berbagi

    ga kayak tetangga sebelah, cari duit lewat paten, berbagi ilmu kok dipersulit

    ReplyDelete
  17. penjelasan yg mantap gan.... mgkn ane jg bingung jika disuruh mnjelaskan heheheheheheh

    Salam persahabatan sll dr MENONE

    ReplyDelete
  18. @Rawins
    Ternyata ada yang pakai Linux juga disini... :D
    Selamat datang di dunia Open Source...

    @ikonspirasi
    Memang itu tujuan utamanya kak, kita tidak boleh menjadi pengguna akhir tapi gimana caranya untuk menjadi pengembang :)

    @BlogS of Hariyanto
    Sebelumnya mau pakai ilustrasi penjual elektronik tapi kayaknya penjual roti lebih mudah dipahami :D

    @catatan-r10.com
    Setuju tuh, semangat berbaginya tinggi. Kalau aja firefox tidak open source, mungkin hari ini ia belum bisa release versi 15 :)

    @MENONE
    Mungkin sekarang udah bisa menjelaskan dengan cara di atas :)

    @Promo Kartu member Indomaret
    Akan lebih susah lagi ketika membiarkan diri terus bergantung tanpa mencoba untuk berubah ^._.^

    ReplyDelete
  19. dan hanya Linux saja yg blom dicoba...takut gapteknya nambah heheheh

    ReplyDelete
  20. @mimi RaDiAl
    Kok ada kata "Hanya" sih? berarti yang lain udah di coba dong... mbak hebat :)

    ReplyDelete
  21. Open Source cocok untuk user yang berjiwa 'petualang'. Dan Linux ini dikembangkan oleh usernya sendiri, makanya banyak '
    distro-distro' Linux yang semakin memperbaiki Linux itu sendiri.

    ReplyDelete
  22. terima kasih atas informasinya.. :D

    ReplyDelete
  23. @Rudy Arra
    Setuju dengan itu. bahkan disro-distro tersebut yang kian berkembang :)

    @arr rian
    Sama2 ^._.^ cuma berusaha berbagi yang bermanfaat kok :)

    ReplyDelete
  24. makasih bang,,
    ijin sy jadiin bahan presentasi Open Source..

    ReplyDelete
  25. @ipang
    Silahkan di share... tapi jangan lupa sumber informasinya yah :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

BiluPing © 2009 - 2016.

Home | | Contact | FAQ | BiluPing Google+