24 January 2011

Kisah Sang Kakek

Posted by Fadly Indrawijaya , 29 Komentar

‫بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Kakek | azharpost.blogspot.com
Di sebuah rumah tinggallah sebuah keluarga yang terdiri dari Kakek, anak dan menantu serta seorang cucu. Setiap waktu makan mereka selalu bersama hingga pada suatu hari sang kakek semakin lemah karena usia. Tubuh sang kakek sudah tak kuat lagi untuk berjalan bahkan untuk memegang sesuatu sang kakek terkadang harus bersusah payah.

Suatu malam mereka makan bersama seperti biasanya tapi karena sang kakek yang sudah mulai tua sehingga ketika ia ingin mengambil gelas, ainya tumpah dan membasahi meja makan. Hal itu terjadi malam-malam berikutnya terkadang juga sang kakek memecahkan gelas dan piring.

Melihat tingkah kakek yang demikian, maka sang anak dan istrinya habis kesabaran, mereka pun sepakat untuk membuatkan sebuah meja kayu untuk si kakek dan meletakkannya di sudut ruangan agar si kakek tidak mengotori lagi meja makan di waktu makan bersama. Mereka juga tak lupa membeli sebuah piring dan gelas plastik agar si kakek tidak memecahkannya lagi.

Hari-hari pun berlalu seperti biasanya. Sang kakek makan sendirian di sudut ruangan sedangkan anak, menantu dan cucunya makan bersama. Terkadang sang kakek berlinang air mata karena rasa kesepiannya  tetapi anaknya tak pernah menyadarinya. Hanya sang cucu yang peduli dengan sang kakek dan terkadang melihat air mata sang kakek.

Suatu hari, keluarga tersebut berkumpul bersama di ruang tamu. Saat itu sang cucu sedang terlihat membuat meja dari kayu-kayu bekas. Sang ayah pun heran dan bertanya pada anaknya.

“Kamu sedang membuat apa nak?” tanya sang ayah penasaran.
Dengan lugu sang anak pun menjawab
“Aku membuat meja makan untuk bapak dan ibu. Jadi kalau nanti bapak dan ibu sudah tua, aku akan menyimpan meja ini dekat meja kakek jadi bapak dan ibu bisa makan disana seperti kakek".
Mendengar jawaban tersebut orang tua sang anak pun sadar akan sifatnya selama ini pada si kakek yang tidak lain orang tua yang seharusnya mereka berikan kasih sayang.

Dari kisah di atas, kita dapat mengambil sebuah pelajaran yang sangat berharga, betapa besarnya pengorbanan orang tua kita selama ini apalagi ketika kita masih kecil tapi disaat kita dewasa, diri kita malah menyakiti hati mereka.

Mereka harus banting tulang siang malam untuk kita, sering terjaga di tengah malam karena tangisan kita tapi mengapa disaat kita dewasa, kita malah menyiakan mereka, menyakiti mereka dan seakan tak punya hak untuk merawat mereka.

Sungguh durhakanya diri kita disaat mereka memberikan air susu dengan sangat ikhlas malah kita balas dengan air tubah. Mereka balut luka kita dengan cinta mereka namun kita malah menyiram luka mereka dengan air garam. Mereka merawat kita saat kecil, memeluk kita, mencium dan menumpahkan semua cinta, kasih sayang dan perhatiannya tapi mengapa terkadang ada yang menitipkan orang tuanya ke panti jompo.

Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil".
Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, Maka Sesungguhnya dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat.

Q.S. Al-Israa' 23-25

Sebelum terlambat, datangilah mereka dengan cinta yang meluap-luap. Raihlah tangan mereka yang selama ini merangkul tubuh kalian ketika masih kecil. Peluklah tubuh mereka yang selama ini memberikanmu rasa aman, ucapkanlah maaf yang begitu tulus tas semua kesalahanmu pada mereka lalu ucapkanlah terima kasih atas semua pengorbanan yang telah mereka lakukan selama ini untukmu.

foto fadly
Penulis: Fadly Indrawijaya
Manusia sederhana dengan impian luar biasa. Penikmat hujan, segelas teh hangat dan buku. Sangat tertarik pada astronomi, teknologi, fotografi, jurnalis, dan alam. Selengkapnya >>

29 comments:


bingungBingung? Jangan ragu untuk Bertanya | Komentar

Kami menghargai setiap tanggapan pembaca.
Kami akan berusaha merespon tanggapan tersebut secepatnya, اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

Catatan
1. Jangan SPAM yah....
2. Tidak menggunakan link hidup
3. Silahkan berkomentar dengan sopan


  1. Follow me here if u want:
    lady-flower123.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. cerita yang sarat hikmah:)
    makasih udah singgah di blogku:D

    ReplyDelete
  3. terimakasih telah mengingatkan, kesibukan dan rutinitas hidup telah membuat aku konyol selama ini

    ReplyDelete
  4. sangat menyentuh,,makasih sobat postingannya,,,folow balik ya??

    ReplyDelete
  5. semoga kita bisa membahagiakan kedua orang tua kita, iya sobat saya orang Sul - Sel Tepatnya Pinrang ,anda orang mana

    ReplyDelete
  6. gue salut dechhh buat postingannya,,,,
    tingkatkan trusssssssssssssssss...

    http://adhyelthechangemaker.blogspot.com

    http://adhyelthechangemaker.blogspot.com

    ReplyDelete
  7. cerita nya sarat makna, mksh dah berbagi.
    salam knl
    ^_____^

    ReplyDelete
  8. aku suka font judul dan tanggalnya itu.. :3

    ReplyDelete
  9. Ceritanya benar2 menyentuh..
    Kasih sayang orang tua itu sepanjang masa, sdh selayaknya kita berbakti pd mereka... ^^

    salam kenal :)

    ReplyDelete
  10. Sedih sekali ceritanya. Harus dijadikan perenungan bagi kita semua

    ReplyDelete
  11. aku juga mau make blogger draft ahh

    ReplyDelete
  12. Nice story :)) Thanks ya sudah share cerita bagus ini. Oya, ini aku Indi. Thanks ya udah komen di post aku :)

    ReplyDelete
  13. Makasih udah main ke blog saya.
    Follow balik ya...makasih.

    ReplyDelete
  14. menyentuh sekali sob ceritanya...
    met weekend ya...
    salam
    http://penghuni60.blogspot.com

    ReplyDelete
  15. Uhh.. dalem banget ceritanya..
    si Kakek kasihan yah digituin..
    harusnya orang tua itu lebih dihargai..

    mampir sini soB!!

    ReplyDelete
  16. Uhh.. dalem banget ceritanya..
    si Kakek kasihan yah digituin..
    harusnya orang tua itu lebih dihargai..

    mampir sini soB!!

    ReplyDelete
  17. hiks, sedih dech baca artikel ini...

    Kunjungan pertama saya MAs...
    salam kenal,
    kunjungi balik iiaaa... :)

    ReplyDelete
  18. kunjungan perdana dan salam kenal sob.. semoga kita bisa jadi sahabat...

    Ceritanya syarat sekali hikmah... smoga kita semua dpt memetik hikmahnya ya.. trims sudah sheare.. :)

    ReplyDelete
  19. menyentuh sob
    lumayan buat refleksi malam ini
    salam kenal
    aku ijin follow sekalian :)

    ReplyDelete
  20. salam kenal dan salam sejahtera buat semuanya,orang tuwa iklas banting tulang untuk anak anaknya,harapan orang tuwa dengan anaknya adalah menjadi orang baik dan sukses mulia mari berbagi benarkah surga di bawah telapak kaki ibu tengok di www.belutdahsyat.com

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

BiluPing © 2009 - 2016.

Home | | Contact | FAQ | BiluPing Google+