Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Indonesia Darurat Pornografi

Stop Pornografi
Stop Pornografi | DokterBagus.com
Ada apa dengan judul diatas? Apakah hanya ingin menarik perhatian pembaca? BUKAN! Itu adalah sebuah fakta yang sebenarnya terjadi di lingkungan kita saat ini. Negara tercinta kita dalam keadaan darurat. Diserang oleh ribuan content yang mengancam masa depan negara ini.

Teknologi ibarat sebuah pisau yang sangat tajam, jika ia digunakan oleh orang yang tepat –misalnya ibu-ibu di dapur–  ia akan sangat bermanfaat memotong bawang, sayur, tempe dan beberapa masakan yang membuat lidah berselera menyantapnya.
Berbeda ketika pisau ini digunakan oleh orang yang salah, ia bisa saja digunakan untuk kejahatan. Demikian  juga dengan teknologi, ia memiliki sisi positif dan negatifnya. Kita dapat merasakan kemudahan berkomunikasi, berinteraksi dengan keluarga di kampung halaman yang jaraknya ratusan kilometer, berkirim pesan dan foto, kemudahan mencari informasi namun disisi lain ia juga memudahkan menyebarkan materi-materi negatif yang terkadang tidak seharusnya dikonsumsi secara publik –utamanya anak-anak.

Apakah pembahasan seks itu bukan lagi kategori dewasa tapi sudah menjadi konsumsi semua umur –termasuk anak-anak ?

Aku ingin menceritakan sebuah kisah yang kualami beberapa bulan yang lalu, saat itu aku mengunjungi sebuah daerah, karena tiba-tiba perutku sakit, aku akhirnya menumpang di salah satu wc warga. Beberapa saat ketika berada didalam wc tersebut, aku mendengar percakapan beberapa anak kecil yang bermain tak jauh dari wc tersebut, awalnya hal itu tidak menjadi perhatianku namun semuanya menjadi serius ketika ternyata apa yang mereka percakapkan adalah “Materi Dewasa”. Miris rasanya mendengarnya apalagi menurut perkiraanku, anak-anak itu masih sangat kecil, mungkin masih SD. Sayangnya beberapa saat setelah aku keluar dari wc, aku tak melihat mereka, entah kemana.

Stop Pornografi
Indonesia Darurat Pornografi | Kompasiana.com
Masalah diatas masih satu bagian kecil, mengutip dari berita di Harian Fajar (edisi 3 April 2013) disitu dituliskan tentang 5 orang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar mencabuli temannya sendiri. Gimana tanggapan kalian? Mereka masih SD loh tapi sudah berbuat demikian.

Mengutip juga dari ceramah shalat jum'at di kampusku jumat lalu (5 April 2013) katanya “Saat ini Indonesia dalam keadaan DARURAT pornografi”. Aku bahkan berpikir, “Apakah pembahasan seks itu bukan lagi kategori dewasa tapi sudah menjadi konsumsi semua umur –termasuk anak-anak?”. Begitu miris rasanya mendengar semua kenyataan ini, sekarang mari kita bertanya pada diri sendiri “Apa sebenarnya yang salah dengan semua ini?”. Darimana anak-anak itu tahu materi-materi dewasa jika bukan dari internet dan video yang dengan bebas disimpan via handphone?

Tidak usah saling menuduh dan menyalahkan satu sama lain, tidak usah juga menyalahkan pemerintah yang tidak bisa memblokir situs negatif, aku yakin mereka juga sudah berusaha dengan keras namun satu situs yang diblokir, ratusan situs lainnnya akan bermunculan. Jadi mari kita memperbaiki keadaan ini, semuanya masih bisa diperbaiki asal ada niat dan usaha, kita harus melakukannya bersama-sama. Salah satu cara yang bisa kita lakukan saat ini adalah melaporkan situs-situs negatif yang kalian temui di nawala, di link berikut [Laporkan Situs].

Semoga tulisan ini bermanfaat, marilah kita berinternet sehat dan tidak bersikap acuh dengan keadaan yang terjadi disekitar kita.

20 komentar untuk "Indonesia Darurat Pornografi"

  1. Nah.. sebagai pemilik situs harusnya memblokir situs-situs seperti itu dari warnetnya :)

    BalasHapus
  2. Sekarang anak2 dibawah umur bebas membuka gambar dan film orang dewasa lewat hp, yang bisa memicu tindakan asusila seperti kejadian asusila beberapa anak ϑĭ makasar yang baru2 ini ăĎª ♧☀ ϑĭ tv. Mari kita ikut menggalakkan internet sehat, no porn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul itu sobat... kita harus mencari cara mengurangi pornografi yang terjadi seperti ini... jangan biarkan tunas bangsa kita rusak oleh teknologi yang seharusnya memudahkan

      Hapus
  3. kalo ini soal warnet, maka gak bakal bisa.
    masalahnya pemblokiran situs-situs tertentu berpengaruh sama jumlah pengunjung mereka.
    kayaknya zaman skrg jarang banget ada warnet yg mau blokir-blokir.

    kalau ini ttg moral anak-anak, maka mungkin kurangnya peran orang tua.
    tau lah orang tua zaman sekarang, sibuk kerja semua..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah disinilah kita berharap kerjasama antara Pemerintah, Operator Telekomunikasi dan Pemilik warnet untuk memikirkan cara memberantas hal itu... Perubahan memang harus butuh pengorbanan yang berat sobat...

      Hapus
  4. bener nih Mas. udah darurat banget. Masa sekarang ada anak SD perkosa anak umur 5 tahun. Udah bener-bener wedan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah... makanya sebagai orang dewasa, kita harus berikan contoh yang baik. Gak boleh bersikap tidak acuh terhadap perkembangan dan pergaulan adik-adik kita...

      Hapus
  5. Gara2 HP. Biarpun anak2 dari keluarga sederhana sudah biasa bawa HP yang ada kamera dan bisa simpan gambar/video. Miris ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia kak... kebanyakan ortu menuruti kemauan anaknya pada sebenarnya belum waktunya, termasuk yang sering kulihat di Makassar ini, anak-anak seumuran SD malah bawa motor...kayak gitu juga dengan masalah handphone...

      Hapus
  6. selamat Pagi Sob,,,disinilah Pendidikan Moral sangat Di perhatikan Oleh Pemerintah Sob,,,namun kenyataannnya sekarang Pendidikan Agama Islam hanya 2 Jam Pelajaran dalm satu minggu,,hal inilah yang menjadi salah satu penyebab Pornografi di Indonesia makin menghancurkan Generasi Muda,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu dia... bukan hanya dari masalah pendidikan agamanya tapi bagaimana peran masyarakat untuk saling peduli. Kalau ada tetangga yang salah, langsung aja ditegur...

      Hapus
  7. ane jadi miris bacanya gan, anak-anak sekarang dewasa sebelum waktunya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu dia yang jadi masalahnya... dewasa sebelum waktunya jadi perkembangannya gak wajar....

      Hapus
  8. seksualitas kan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, makanya pendidikan seks semestinya dimulai sejak dini. sayangnya sebagian masyarakat kita masih saja sulit membedakan antara pendidikan seks dengan pronografi. efeknya ya gitu deh. dengan alasan tabu, hasilnya anak anak malah cari informasi sendiri tentang seks dan sayangnya banyak yang salah arah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ia, betul itu. Beda antara pendidikan seks dan pornografi. Namun sayangnya semua orang seakan tutup mata melihat bom waktu yang suatu saat menghancurkan bangsa kita.....

      Hapus
  9. Setuju banget. Menjadi kekhawatiran ibu2 seperti saya di jaman sekarang ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya harus diperhatiin baik-baik anaknya mbak, jangan biarkan kita sebagai orang tua malah bersikap acuh pada perkembangan mereka

      Hapus
  10. Bener Mas Bro
    Anak kecil skrang sudah buka-buka situs gtuan. Malah ada yang udah buat gtuan.

    Parah

    Ditunggu followbacknya Mas Bro

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, jangan biarkan hal itu terjadi. Kalau liat anak kecil yang mengakses situs kayak gitu, harus ditegur dong.. makasih untuk follownya :D

      Hapus
  11. Semuanya tidak tergantung dari internetan.
    Itu tergantung dari imannya terdidik pa gak.

    BalasHapus

Kami menghargai setiap tanggapan pembaca.
Kami akan berusaha merespon tanggapan tersebut secepatnya, اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

Catatan
1. Jangan SPAM yah....
2. Tidak menggunakan link hidup
3. Silahkan berkomentar dengan sopan