16 November 2015

Blog dan Pemasaran Konten

Posted by Fadly Indrawijaya , 5 Komentar

‫بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Konten marketing
Pernah tertipu dengan sebuah iklan yang muncul di internet? Jika jawabannya “Ya”, Anda tak perlu berkecil hati ataupun menyalahkan diri sendiri. Semenjak internet booming yang kemudian disusul oleh jejaring sosial dan perangkat mobile yang mendukung, internet akhirnya tumbuh menjadi sebuah kebutuhan. Internet pun dijadikan sebagai salah satu media konten marketing yang hemat biaya apalagi dengan kehadiran berbagai platform blog gratisan seperti Blogspot dan Wordpress.
Konten marketing bermakna sebagai metode pendekatan pemasaran yang di fokuskan pada pembuatan dan pendistribusian konten terkait yang bisa menarik dan mempertahankan pelanggan. Sedangkan blog sejatinya adalah sebuah media informasi sehingga sangat besar kemungkinan menjadikannya sebagai alat promosi. Peran blog sebagai salah satu penyumbang konten marketing bisa dilihat dari berbagai postingan bernada pemasaran yang muncul. sayangnya hampir sebagian besar promosi tersebut tak ditunjang dengan informasi yang memadai bahkan yang terburuk beberapa promosi yang muncul hanyalah sebuah tipuan atau lebih dikenal sebagai scam. Hal ini tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi penyedia konten untuk mengambil kepercayaan konsumen.

Bagaimana seharusnya konten marketing yang baik dari sebuah blog post?

Ciri utama dari sebuah konten marketing yang baik menurut saya justru tak berbahasa promosi. Ini tentu saja sangat berbeda dari tujuan awal marketing yang ingin menarik banyak konsumen. Saat ini bahasa promosi telah muncul begitu banyak, mulai dari koran, tv, radio, internet bahkan di pinggir jalan pun terpajang baliho promosi sehingga konsumen telah pandai dalam memilah iklan bahkan sebagian malah langsung menghindari sebuah tulisan yang berbahasa promosi. Saya pernah mendapati beberapa konten marketing di sebuah blog muncul sebagai tulisan sederhana. Tulisan tersebut mencoba mengarahkan dulu pembacanya pada kebutuhan konsumen baru setelah itu mengarahkan pembahasan pada produknya. Di akhir tulisan, pembuat tulisan baru menyarankan merek dari produk yang ia tawarkan berserta nilai lebih yang didapatkan jika membeli produk tersebut.

Konten marketing yang baik juga harus informatif. Umumnya konten marketing hanya berfokus menulis tentang produk mereka namun tak membahas hal lain diluar produk namun masih berkaitan dengan produk tersebut. Beberapa minggu yang lalu, saya sempat mengunjungi sebuah blog tentang penjualan obat tradisional sarang semut. Blog tersebut sebenarnya bagus dan lengkap karena menampilkan secara rinci khasiat dari sarang semut yang dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit. Berbagai foto dan gambar produk dari berbagai ukuran juga ditampilkan agar calon konsumen dapat lebih mudah menentukan pilihan. Layanan pelanggan dengan berbagai link jejaring sosial populer juga tersedia dan memudahkan calon pembeli untuk memesan bahkan beberapa bukti pengiriman barang pun dimunculkan untuk memberikan kesan terpercaya. Namun sayangnya mereka melupakan informasi penting, informasi di luar produk namun berkaitan dengan produk. Mereka tak menjawab rasa penasaran “Apa itu sarang semut? Apakah semua sarang semut dapat digunakan sebagai obat? Apa kandungan sarang semut tersebut sehingga memiliki khasiat? Bagaimana dunia medis memandang sarang semut untuk pengobatan?” Pertanyaan-pertanyaan seperti ini terlihat sederhana namun tak seharusnya diabaikan apalagi untuk sebuah materi pemasaran melalui blog. Blog marketing harusnya mampu menampilkan informasi lebih detail dibanding iklan yang muncul di media cetak ataupun tv. Media cetak memiliki keterbatasan ruang/space iklan sedangkan media elektronik seperti TV memiliki keterbatasan dalam waktu tampilan iklan. Hal ini tentus saja berbeda dengan blog yang justru memiliki ukuran dan waktu yang tak terbatas. Mengabaikan hal sederhana seperti ini sama saja memberikan peluang pada calon konsumen untuk ragu membeli.

Poin terakhir dari sebuah konten marketing yang baik adalah keterbukaan pada konsumen. Sering kali produsen atau pembuat konten hanya menampilkan sisi positif dari produk yang mereka pasarkan namun tak pernah menyinggung kekurangan atau sisi negatif dari produk tersebut. Ini memang terdengar bodoh bahkan bertentangan jika di lihat dari sisi pemasaran yang berusaha menarik minat calon pembeli sebanyak-banyaknya. Untuk apa menampilkan kekurangan dari sebuah produk, bukankah itu akan membuat konsumen menjauh? Saat ini masyarakat telah pandai dalam memilih dan menilai suatu produk apalagi dengan bantuan internet yang menyediakan akses pada masyarakat untuk mencari review dan perbandingan. Jadi saya pikir tak ada gunanya sebuah produsen menyembunyikan kekurangan produk yang mereka miliki karena pada akhirnya masyarakat akan tahu hal tersebut. Contoh terbaik untuk hal ini adalah pemasaran produk obat-obatan yang menampilkan efek samping dari obat tersebut, bahkan produk rokok yang menampilkan bahaya merokok tetap saja memiliki konsumennya sendiri. Jadi saya pikir akan menjadi sebuah nilai tambah jika sebuah produsen muncul dengan apa adanya. Tak ada salahnya mengatakan “Kami telah merancang produk berkualitas namun mungkin sedikit lebih mahal, kami masih memerlukan riset untuk pengembangan sehingga berikutnya tersedia dengan harga yang lebih terjangkau”.

Kreatif

Demikian beberapa ciri dari konten marketing yang baik pada sebuah postingan blog. Tapi tentu saja kreatifitas juga diperlukan untuk melengkapinya agar terlihat berbeda dengan konten lainnya, disinilah tantangan pembuat konten untuk menciptakan tulisan menarik.

Sumber gambar:
Konten Marketing - blog.sribu.com
Kreatif - abanggoyes.blogspot.com

foto fadly
Penulis: Fadly Indrawijaya
Manusia sederhana dengan impian luar biasa. Penikmat hujan, segelas teh hangat dan buku. Sangat tertarik pada astronomi, teknologi, fotografi, jurnalis, dan alam. Selengkapnya >>

5 comments:


bingungBingung? Jangan ragu untuk Bertanya | Komentar

Kami menghargai setiap tanggapan pembaca.
Kami akan berusaha merespon tanggapan tersebut secepatnya, اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

Catatan
1. Jangan SPAM yah....
2. Tidak menggunakan link hidup
3. Silahkan berkomentar dengan sopan


  1. Tentang menampilkan kekurangan produk ini, sebetulnya saya setuju bila kekurangan produk itu jangan ditampilkan. Namanya juga akan mengurangi kemungkinan penjualan.

    Tetapi sebetulnya lebih baik bila pemasarnya mengakalinya dengan tidak menampilkan feature tersebut sebagai kekurangan, tetapi menganggapnya sebagai potensi kelebihan. Contoh: Bila harga dianggap di atas rata-rata, bisa dituliskan seperti ini "Harga produk X ini sekian rupiah, dan dengan harga segini Anda akan mendapatkan ini, ini, ini, dan ini, juga itu dan itu.."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya sih maunya promosikan seperti obat-obatan ataupun rokok yang meskipun sudah jelas ditampilkan kekurangannya tapi jika konsumennya memang butuh maka tetap dibeli. Tapi makasih sarannya yah mba :)

      Delete
  2. Mempunyai blog bukan saja keren, tapi sudah menjadi kebutuhan ditengah era digital seperti saat ini. Apalagi ketika MEA sudah digulirkan, maka pangsa pasar tdk sebatas orang Indonesia melainkan ASEAN. Terimakasih atas infonya, salam kenal by Mitra Google Indonesia

    ReplyDelete
  3. wah, makasih broh...
    daging ini..
    daging...
    josss lah postingannya :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

BiluPing © 2009 - 2016.

Home | | Contact | FAQ | BiluPing Google+