24 November 2014

Tersentak di Zona Nyaman

Posted by Fadly Indrawijaya , 39 Komentar

‫بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

"Terkadang kenyataan hidup tak sesuai dengan rencana, ada hal yang sulit ditebak namun di situlah kita belajar tentang hidup"

Narasumber Tudang SipulungWaktu menunjukkan pukul 4 sore saat saya bersiap-siap untuk berangkat, hari ini(21/11) saya mendapat undangan dari Komunitas Blogger Anging Mammiri untuk hadir dalam acara Tudang Sipulung (kopdar). Bukan hanya saya sebenarnya, tapi juga KOLONI (Komunitas Blogger Unismuh). Saya segera menyetrika baju kaos yang saya peroleh 2 tahun lalu di ulang tahun ke-6 Anging Mammiri.  Baju itu agak kusut, saya memang jarang menggunakannya, hanya pada acara-acara tertentu dimana saya ingin memperlihatkan identitas sebagai seorang blogger. "Nakke Blogger Tonja ces" itulah kalimat yang tertulis di belakang kaos tersebut yang dalam bahasa Makassar berarti "Saya blogger juga". Saya bukannya pamer dengan menggunakan kaos tersebut namun di situlah saya bisa perkenalkan blog pada orang lain. Sebagian yang melihat tulisan itu biasanya bertanya, "apa itu blogger?"
Saat menyetrika, hujan tiba-tiba turun agak deras. Saya terpaksa menggantung kaos tadi dan berpikir, jika hujan tak reda mungkin saya tak usah datang. Hal itu beralasan, soalnya saya harus berjalan kaki dulu beberapa ratus meter sebelum mengambil pete-pete ke lokasi acara dan tak ada payung di sini. Namun saat adzan magrib bergema hujan mulai mereda. Setelah shalat magrib saya segera meraih kaos tadi, berjalan dan sesekali berlari di antara genangan air dan segera naik pete-pete yang tarifnya sudah naik Rp.1000.

Saya tiba di lokasi acara lewat dari pukul 7 malam dan segera mengambil tempat di sudut ruangan, mungkin itulah zona nyaman bagi saya. Malam ini teman saya dari Koloni juga akan menjadi salah satu narasumber bersama narasumber hebat lainnya, jadi saya mencari tempat senyaman mungkin untuk menyimak. Ada rasa kagum tersendiri saat melihat teman kita berada di antara orang-orang hebat kan? Sambil menunggu acara di mulai, saya manfaatkan untuk bertanya dengan kak Manji Lala tentang pengalamannya menjadi seorang blogger. Ia adalah salah seorang narasumber pada malam itu.

Acara hampir dimulai namun teman yang saya tunggu tak juga datang. Saya langsung ditunjuk jadi pembicara mewakili Koloni. Serangan mendadak apa ini?, serasa diserang tiba-tiba. Saya sedang berada di zona nyaman ketika serangan itu tiba-tiba menghentak, inikah serangan fajar? Serangan yang dilancarkan saat lawan sedang terlelap di zona nyamannya? Malam itu saya memang sedang tidak siap atau tidak mood, namun apa daya, saya tak punya pilihan.

Acara pun dimulai oleh Daeng Ipul yang membuka acara kemudian di lanjutkan oleh narasumber pertama yaitu kak Made (Anging Mammiri) kemudian kak Firman (Blogger Difable), kak Mugrniar (IIDN), kak Manji Lala (Blogger Gizi) dan terakhir saya mewakili Koloni. Entah karena saya yang tidak siap atau kurang memahami sehingga ketika menjelaskan sejarah terbentuknya Koloni, saya menjelaskan seadanya --saya pikir sesi berikutnya baru di jelaskan lebih detail.

Koloni... cerita tentangnya

Mumpung saya dapat tantangan Blog Bucket dari Anging Mammiri bertema "Komunitas" maka lebih baik saja menjelaskan apa yang sebelumnya tak sempat dijelaskan :)

Koloni berkaitan erat dengan sejarah saya ngeblog (ini menurut versi pribadi tentunya). Saya mengenal blog pada akhir tahun 2008 tepatnya Desember. Saat itu saya tercatat sebagai mahasiswa semester I di Universitas Muhammadiyah Makassar. Di masa awal ngeblog, hampir setiap hari saya mengunjungi warnet tapi tentu saja dengan menerapkan tips hemat seperti yang saya tuliskan pada postingan Kenapa saya jadi blogger. Hingga akhirnya saya menemukan istilah Kopi Darat, istilah apa itu? saat itu saya cuek saja. Kian hari istilah tersebut semakin sering muncul dengan singkatan Kopdar. Lalu saya akhirnya paham bahwa kopdar itu bisa diartikan perkenalan di dunia maya namun kemudian memutuskan bertemu di dunia nyata.

Kopdar akhirnya menjadi motivasi saya untuk mencari blogger lain yang berada di Makassar, saya tentunya bisa belajar banyak hal dari mereka tentang dunia ngeblog terutama cara mendesain blog dan tips-tips menulis, namun sayangnya blog tak seperti jejaring sosial yang mememiliki pencarian profil berdasarkan lokasi. Sebenarnya bisa ditelusuri melalui profil blogspot tapi jarang ada blogger yang melengkapi kolom data lokasinya.

Sebuah titik terang akhirnya muncul di tahun 2010 ketika pencarian saya nyasar ke halaman Komunitas Blogger Anging Mammiri. Ketertarikan saya semakin tinggi ketika melihat keaktifan komunitas ini melakukan kopdar yang di istilahkan dengan "Tudang Sipulung" yang dalam bahasa Bugis di artikan Duduk Bersama. Namun sayangnya saya belum berjodoh dengan mereka, ketika mencoba mendaftarkan diri sebagai anggota melalui web AngingMammiri ada sebuah syarat yang berbunyi "Setidaknya sudah mengikuti Tudang Sipulung". Syarat inilah yang tak pernah  saya penuhi. Saya tak pernah tahu jadwal pasti Tudang Sipulungnya sehingga terkadang saya baru tahu setelah kegiatan tersebut berlangsung. Di lain waktu, saya tahu jadwalnya namun terkendala dengan jadwal kuliah yang padat, lokasi yang jauh, ataupun kopdarnya saat anak kost seperti saya sedang mengalami namanya KanKer (Kantong Kering).

Saya pun mengambil inisiatif lain, "Jika saya tidak bisa bergabung mengapa bukan saya yang mengajak bergabung?" Dengan memanfaatkan fasilitas Event/Acara yang ada di Facebook, saya pun mengundang teman-teman yang berada dalam daftar teman fb. Bisa saja kan salah satu dari mereka adalah blogger atau tertarik dengan blog bukan? 22 Agustus 2011 (bulan Ramadhan) adalah tanggal pertemuan itu.

Saya begitu senang, soalnya pada konfirmasi acara banyak yang memilih "Akan Hadir" meskipun yang menjawab "Mungkin" tak kalah banyaknya tapi tak apa-apa setidaknya ada lebih dari 10 orang siap hadir. Waktu pertemuan saya atur pukul setengah empat sore di halaman Perpustakaan Multimedia, tidak terlalu siang dan tak terlalu sore dan lokasi pertemuannya merupakan tempat umum. Setelah shalat asar saya langsung berangkat ke lokasi dan langsung mengambil tempat di dekat gerbang masuk, biar mudah dikenali.

Waktu menunjukkan pukul 5 lewat, tak ada seorang pun yang datang jadi saya memilih pulang untuk persiapkan buka puasa. Jika saat itu sudah ada tren "Sakitnya tuh di sini", mungkin saat itu saya akan berkata seperti itu juga.

Status fb: Gagal kopdar

Saya kembali fokus ngeblog dibanding memikirkan kopdar, namanya juga belum jodoh jadi gak mungkin dipaksakan bukan?

Suatu hari ketika blogwalking saya bertemu seorang blogger yang juga kuliah di Unismuh, di sinilah ide awal untuk membuat komunitas berbasis kampus muncul. Saya pun mulai mencari blogger di grup facebook kampus. Salah satu ciri yang mudah dikenali dari seorang blogger pada saat itu (mungkin masih berlaku juga saat ini) adalah meninggalkan link promosi blognya. Saya pun menemukannya, setelah berkenalan dan chat tentang blogger kampus maka pada tanggal 25 November 2011 kami akhirnya membuat sebuah grup facebook bernama "Komunitas Blogger Unismuh" , inilah cikal bakal Koloni. Pucuk dicinta ulampun tiba, blogger-blogger dari Unismuh dan mahasiswa yang ingin mengenal blog pun mulai berkumpul di grup ini namun kami sama sekali belum pernah melakukan kopdar jadi saya anggap ini hanya ruang berbagi. Saya pun kembali berinisiatif membuat pertemuan / kopdar dan memutuskan tanggal 4 Mei 2012 sebagai tanggal pertemuan.

Seperti sebelumnya, banyak konfirmasi ingin hadir namun hingga jam berganti tak ada seorangpun yang datang. Lengkap sudah... saya di PHP dan sakitnya pun di sini.

November 2012 pun menyapa, ia membawa kabar baik yaitu Kopdar Blogger Nusantara 2012 di Makassar. Kesempatan ini tak saya sia-siakan, saya pun mendaftar untuk mengikuti hari ke-2 kegiatan yang jatuh pada tanggal 10 November 2012. Di sinilah saya bertemu langsung dengan blogger-blogger hebat dari berbagai daerah. Ada sebuah pesan moral saat kopdar kali ini, "Jangan pernah menyerah untuk doamu, terkadang hasilnya belum terlihat namun ketika itu terkabul maka hasilnya lebih dari yang kau harapkan" ini saya buktikan sendiri, soalnya selama ini saya selalu cari cara buat kopdar tapi gak pernah jadi tapi sekalinya kopdar malah kopdar besar-besaran :D Di sini saya bertemu juga dengan Komunitas Blogger Anging Mammiri, wajarlah soalnya mereka yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Tulisan terkait Kopdar Blogger Nusantara pernah saya tulis di sini:

"Jangan pernah menyerah untuk doamu, terkadang hasilnya belum terlihat namun ketika itu terkabul maka hasilnya lebih dari yang kau harapkan."

10 Desember 2012 adalah puncak dari status saya sebagai mahasiswa. Hari itu saya ujian meja dan 16 hari kemudian akan wisuda. Sepulang ujian, saya kembali merenungi nasib komunitas blogger yang sebelumnya saya bentuk tersebut. Ada sebuah rasa "tak tega" meninggalkan sesuatu yang telah saya bangun dari awal namun belum selesai. Saya berpikir jika saat ini tak dibentuk, bagaimana nasib selanjutnya? Tapi saya tentu berpikir juga dengan 2 kegagalan sebelumnya hingga akhirnya memutuskan untuk kembali mengundang mereka untuk berkumpul pada tanggal 20 Desember 2012 dan Alhamdulillah ada 6 orang yang datang (termasuk saya). Kami pun mendeklarasikan lahirnya komunitas blogger ini. 2 bulan setelah itu tepatnya 21 Februari 2013, Mozilla Indonesia merangkaikan kegiatan #MozKopdarMKS dan launching KOLONI.

Kurang lebih seperti itulah sejarah Komunitas Blogger Unismuh menurut versi saya. Setiap usaha terkadang berat pada awalnya bahkan ia menyakitkan. Kita selalu memiliki 2 pilihan untuk setiap hasil buruk yaitu menyerah atau mencoba kembali. Jika hal yang kau perjuangkan tersebut adalah hal yang baik maka jangan pernah menyerah.

foto fadly
Penulis: Fadly Indrawijaya
Manusia sederhana dengan impian luar biasa. Penikmat hujan, segelas teh hangat dan buku. Sangat tertarik pada astronomi, teknologi, fotografi, jurnalis, dan alam. Selengkapnya >>

39 comments:


bingungBingung? Jangan ragu untuk Bertanya | Komentar

Kami menghargai setiap tanggapan pembaca.
Kami akan berusaha merespon tanggapan tersebut secepatnya, اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

Catatan
1. Jangan SPAM yah....
2. Tidak menggunakan link hidup
3. Silahkan berkomentar dengan sopan


  1. Bagi yang merantau, bisa melewati satu rintangan saja nikmatnya bukan main. Terima kasih atas pencerahannya di artikel ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 kang Asep :)
      Sama2 berbagi pengalaman, meskipun sederhana tapi mungkin ada yang bisa dipetik dari itu.

      Delete
  2. nice share artikelnya mas . salam kenalll :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mas, makasih kunjungannya :)

      Delete
  3. saya kagum dengan semangat untuk tetap bertahan hingga akhirnya terbentuk komunitas blogger berbasis kampus, jadi blogger sejak 2008 hingga sekarang itu bukan soal yang mudah loh...karena banyak blogger yang mati suri..sebab tidak bisa mempertahankan eksistensinya sebagai seorang blogger...
    keep happy blogging always...salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mas, ada sih masa dimana postingannya cuma jadi draft tapi gak di posting-posting tapi harus tetap di usahain jangan sampai malah mati suri :)

      Delete
  4. zona nyaman memang tidak mudah untuk dapat di tinggalkan, yang penting semangat juangnya dalammenggapai sebuah tujuan, itulah inti dari hikmah yang terkandung di dalamnya.
    siip-lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul tuh mas, kadang kita terlena dengan zona nyaman dan malah tidak bisa utmbuh. Kalau itu hal penting untuk di perjuangkan maka harus tetap semangat :)

      Delete
  5. haha kasian pernah di PHP in :v saya juga jadi ter inspirasi nih gan setelah saya baca artikel ini jadi kepingin ngumpulin blogger di daerah asal saya kayaknya bakalan seru tuh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu sudah jelas keseruannya mas. Apalagi kalau kumpul sesama yang memiliki minat yang sama. Selamat berjuang mas :)

      Delete
  6. Tetap semangat dan semoga tambah sukses yah sobat... Salam Lestari Buana Nusantara dari Karawang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih untuk kunjungannya mas. Jauh2 dari Karawang mampir kesini :)

      Delete
  7. seneng yaa nambah illmu, nambah teman dan saudara^^ yang awalnya maya jadi nyata deh dengan kopdar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Nambah silaturahim nambah rejeki juga :)

      Delete
  8. Membangun komunitas itu banyak manfaat. Bisa dikatakan "banyak teman banyak ilmu yang didapat".

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, apalagi sesama hobi bisa sekalian saling memotivasi juga :)

      Delete
  9. Hehehe...saya baru sadar ternyata yg wakili koloni itu kita' pale' hehehe...pdhl waktu mention2 di twitter sy belum tau. maafkan hhihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu mention2 di twitter, komunitasnya kak Manji (blogger gizi) tidak di sebut soalnya. Makasih kunjungannya :)

      Delete
  10. Nice :) sukses terus dengan komunitasnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak dari melakonihidup, baru kunjungan perdana di blognya jadi belum tau namanya, maaf :)

      Mbak Susi makasih udah di aminkan :)

      Delete
  11. izin membaca aja ya mas hehehe
    good luck :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan mbak, membacanya gratis kok :)
      makasih kunjungannya.

      Delete
  12. Sukses trus dan tetep semangat :)

    ReplyDelete
  13. inspiratif sekali melebihi mario teguh....sukses selalu ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak terlalu berlebihan mujinya...
      Makasih untuk kunjungannya :)

      Delete
  14. Kapan-kapan deh mas. jika ada rejeki, waktu luang dan Tuhan mengijinkan saya dolan juga ke Makassar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Ditunggu kedatangannya mas, yang penting ada rencana dan tekad, insyaallah ada jalan :)

      Delete
  15. Memang kalok uda ada di zona nyaman, bikin males ya, Bang. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak Beby sama Kuro kalau lagi nyaman sukanya malas-malasan ^_^

      Delete
    2. Hahah.. Iya. Senengnya leyeh-leyeh :P

      Delete
  16. memang ya kalo udah di zona aman susah buat pindah tempat lagi :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi ini akhirnya bisa moveon dari zona nyamannya kok.
      Makasih kunjungannya :)

      Delete
  17. Waah berliku liku ya pengalaman ngeblognya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia nih mba, bisa dibilang seperti itu tapi tetap aja rasanya masih kurang pengalaman ;)

      Delete
  18. Sepertinya tulisan ini memaksa pikiran saya berputar kembi beberapa tahun lalu mengingat pertama kali KOLONI di deklarasikan. ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu salah satu moment yang sulit terlupakan :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

BiluPing © 2009 - 2016.

Home | | Contact | FAQ | BiluPing Google+