20 October 2014

Yuk Mengamati Hujan Meteor Orionid

Posted by Fadly Indrawijaya , 18 Komentar

‫بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Hujan Meteor Orionid
Hujan Meteor Orionid | Brad Goldpaint
Assalamu'alaikum. Tak terasa bulan Oktober sudah hampir memasuki 10 tanggal terakhirnya, biasanya ini dikatakan tanggal tua soalnya kantong sudah menipis :D Tapi biarpun kantong menipis tak ada salahnya untuk mencoba menghibur diri dengan keindahan alam ini. Di awal Oktober, kita sudah disuguhi sebuah fenomena astronomi yang menakjubkan, apalagi kalau bukan "Gerhana Bulan Total", itu loh peristiwa ketika bulan masuk dalam bayangan bumi sehingga bulan terlihat kemerahan.

Hari selasa nanti, tepatnya tanggal 21 Oktober 2014 akan terjadi lagi peristiwa astronomi yang dapat menghibur diri, dialah Hujan Meteor Orionid. Hujan meteor ini adalah peristiwa tahunan yang memang sering terjadi di akhir Oktober. Diperkirakan ada sekitar 15 meteor yang terlihat tiap jamnya mulai pukul 10 malam hingga subuh apalagi saat ini bulan sudah mulai memasuki fase tua sehingga cahayanya tak akan menggangu pengamatan.

Mengapa Hujan Meteor Orionid terjadi?

Komet Halley
Komet Halley | Wikipedia
Hujan meteor Orionid terjadi karena bumi melintasi orbit Komet Halley, itu loh komet yang mengorbit bumi setiap 75-76 tahun sekali. Saat komet Halley melintas, ia meninggalkan jejak kurang lebih seukuran pasir yang memanjang dilintasan orbitnya. Saat bumi mendekati atau melintasi orbit tersebut, sisa-sisa komet tadi tertarik ke atmosfer dan menciptakan hujan meteor. Lalu mengapa namanya Orionid? itu karena lokasi dimana hujan meteor ini terlihat memancar (titik radian) berada di rasi Orion ditambahkan akhiran -id. Jadi kalau hujan meteornya muncul dari gemini namanya hujan meteor geminid :)

Saya tak memiliki teleskop, apakah bisa melihatnya?

Ada sebuah persepsi yang sering beredar di masyarakat bahwa untuk menyaksikan objek-objek astronomi harus memiliki teleskop atau minimal binokular untuk membantu melihat objek jauh (sehingga ketika ada informasi seperti ini, masyarakat yang merasa tidak memiliki teleskop akan mengacukannya), pendapat itu tidak salah tapi tak sepenuhnya benar karena secara umum objek astronomi dapat dinikmati hanya dengan sepasang optik hebat yang bernama "Mata". Bintang, bulan, gugusan bintang adalah beberapa diantara contoh kecil objek yang dapat dinikmati tanpa alat bantu sekalipun. Demikian juga dengan hujan meteor yang memang lebih disarankan untuk menikmatinya tanpa alat bantu karena sifat meteor yang begitu cepat.

Dimana posisi rasi orion dan bagaimana menemukannya?

Rasi Orion
Rasi Bintang Orion | Stellarium
Rasi Orion merupakan salah satu rasi yang sangat mudah ditemui terutama karena ciri khasnya yang memiliki 3 bintang yang terlihat berjejer. Di Indonesia, rasi ini biasa di sebut Rasi Waluku atau Bintang Bajak karena para petani terdahulu biasanya menggunakan rasi ini sebagai pertunjuk bahwa musim menanam telah tiba. Rasi akan mulai terlihat di langit sebelah timur sekitar pukul 10 malam dan akan terus menjelajah di langit malam hingga matahari terbit. Jadi bagi kalian yang sementara baca postingan ini saat tengah malam, bisa langsung cek langitnya :)

Saran

Berikut beberapa tips dan tahapan yang dapat kalian lakukan untuk memaksimalkan pengamatan hujan meteor kali ini.

  1. Carilah lokasi pengamatan yang jauh dari polusi cahaya. Semakin gelap langitnya, kalian akan lebih mudah menyaksikan kilatan demi kilatan hujan meteornya. Jangan lupa juga, sisi langit sebelah timur adalah layar utama anda, setidaknya daerah ini tak terhalang oleh pegunungan yang menjulang sangat tinggi :) Namun faktor keamanan lokasi adalah prioritas utama dalam pemilihan lokasi.
  2. Jika berencana melakukan observasi diluar, selalu gunakan pakaian hangat dan tebal apalagi waktu terbaik menikmati hujan meteor ini adalah dini hari. Lotion anti-nyamuk kadang diperlukan juga untuk menghindari gangguan tak terduga :)
  3. Ada baiknya anda membawa tikar jika ingin berencana menikmati langit sambil tiduran agar leher tak cepat lelah. Kursi yang memiliki sandaran empuk juga dapat menjadi solusi :)
  4. Ajaklah teman agar lebih mudah berbagi. Bisa saja teman anda lebih dulu liat dan segera menunjukkan pada anda. Dengan adanya teman, ia bisa juga mengingatkan anda kalau tiba-tiba anda malah tertidur di lokasi :D
  5. Saat menemukan lokasi pengamatan yang tepat, biarkan mata anda beradaptasi dengan gelapnya langit. Sangat disarankan agar meminimalkan atau sama sekali tidak memandang cahaya terang semisal handphone, lampu dan sebagainya.
  6. Jangan lupa bawa snack dan minuman, kali aja kalian lapar soalnya udaranya dingin. Tapi jangan buang sampah sembarangan :D


Mungkin ini dulu penjelasan dan tips dari saya, semoga bermanfaat. Marilah sama-sama berharap langitnya cerah agar semuanya bisa menyaksikannya. [/pleiades]

Referensi:

foto fadly
Penulis: Fadly Indrawijaya
Manusia sederhana dengan impian luar biasa. Penikmat hujan, segelas teh hangat dan buku. Sangat tertarik pada astronomi, teknologi, fotografi, jurnalis, dan alam. Selengkapnya >>

18 comments:


bingungBingung? Jangan ragu untuk Bertanya | Komentar

Kami menghargai setiap tanggapan pembaca.
Kami akan berusaha merespon tanggapan tersebut secepatnya, اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

Catatan
1. Jangan SPAM yah....
2. Tidak menggunakan link hidup
3. Silahkan berkomentar dengan sopan


  1. wah, okeh sob, selasa nanti ane tongkrongin tuh langit sambil ngopi, thanks yah infonya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 :)
      Nah itu mantap juga kalau bawa kopi atau teh hangat.

      Selasa itu cuma puncaknya, sebelum selasa dan sesudahnya masih tetao ada kok .

      Delete
  2. Dulu saya ingin sekali membeli TELESKOP mini buat liat bintang atau bulan
    Hmmm ada yang jual nda ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa rakit juga kok kang asep. Kalau mini sih sebenarnya banyak tapi harga biasanya berbanding lurus dengan kualitasnya tergantung anggaran yang disiapkan sekitaran berapa mas.

      Tapi jalan alternatifnya bisa rakit sendiri kok kang. Coba cek di album kronologi facebooku, disitu ada foto teleskop rakitanku
      https://www.facebook.com/f4dLyfri3nds

      Delete
  3. haduh aku kalau udah magrib gak pernah keluar rumah lagi lhat langit :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin sekali-sekali bisa dicoba kembali mba. Apalagi kalau tinggalnya di tempat yang jauh dari polusi cahaya, bintangnya akan semakin tampak :)

      Delete
  4. Pengen nyobak pas di Tongging.. Soalnya di sana dataran tinggi dan berbukit.. Keknya bakalan asik memandang langit malam :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal gak berkabut beb. Tapi bagus tuh kalau dataran tinggi apalagi kalau jauh dari polusi cahaya ^_^

      Delete
  5. terlambat sob,,,jadi tidak bisa melihat penomena alam yang satu ini,,,tapi nggak pa2lah yang penting sudah baca britanya disini hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih ada kok mas, setidaknya sampai akhir bulan meskipun kian hari intensitasnya semakin sedikit sih tapi masih tetap bisa di coba kok :)

      Delete
  6. Sempat lihat ya tanggal 21 itu, Fadly? Bagaimana kelihatannya?

    Waktu gerhana, suami saya sempat menyaksikannya, anak2 juga ...

    Oya .. ikutan GA (giveaway) saya yuk, berhadiah buku dll :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya mengamat sama teman-teman tanggal 22 dini hari kak. Alhamdulilliah liat 6 meteor. Terus keliatannya itu seperti kilatan aja yang bergerak, mirip garis saja tapi sekilas.

      Kalau gitu saya segera cek ke TKP :)

      Delete
  7. paling mengamati pake mata telanjang, wah kalo pake teleskop lebih menakjubkan ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau hujan meteor memang diliat tanpa teleskop mas. Kalau pakai teleskop malah susah diliat soalnya sangat cepat :)

      Delete
  8. liat penampakan hujan meteor terutama komet haley sungguh sangat luar biasa banget ya, keagungan dan kebesaran Tuhan jadi sangat terasakan melihatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau komet halley insyaallah muncul lagi tahun 2061 mas (itupun kalau kometnya selamat, tidak nabrak sesuatu selama diperjalanannya)

      Delete
  9. Wah keren nih, Mas. Hujan Meteor

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

BiluPing © 2009 - 2016.

Home | | Contact | FAQ | BiluPing Google+